Minggu, 08 Juli 2012

Kerusakan tv dan Penanganan 12

 AIWA A14-S1
Gambar gelap walaupun bright dan kontras sudah dibesarkan tetap tidak berpengaruh. Ganti Resistor ABL R614=150K

AIWA C20 KER
Hanya Raster atau warna hanya hitam putih. Ganti IF AFT=656

SHARP C14JO
Gambar mengecil hanya tinggal beberapa cm ditengah. Raster kosong/semut. Ganti Q604.

SHARP EXPRESSION 51X220
Suara ada tapi gambar tidak ada, terkadang standby dengan sendirinya. Ganti Resistor pembatas 180v =R621=1ohm

INDOTECH 20"
Saat pertama dinyalakan gambar terang sebentar lalu gelap. Pengaturan kontras tidak berfungsi. Periksa bagian ABL = R314= 120K

SANTEC C1428
Pada posisi standby tombol panel dan remote tidak berfungsi. Ganti X-Tal program = 10M atau 10.000

SANKEN BAZZONEYE ST 2181
Tv hanya posisi standby . tombol panel dan remote tidak berfungsi sedangkan tegangan untuk 24v dan 12v tidak ada/drop. Ganti C541=100/35v dan C553 = 470/16v

Kerjasama : KHARISMA: Daftar Kerusakan tv dan Penanganan

Kerusakan Tv dan Penanganan 13

DIGITEC DM172021
Manual dan autosearch tidak mau mengunci Program. Ganti D712= diode zener 5v dekat ic memory MN12C201D

DIGITEC BLACK BEAUTY BB2071
Tegangan 300v dan 115v ada, Fbt start Cuma sebentar, 12v utk osc ada tapi tetap tdk mau start. Coba ganti C76=180N pada Regulator.

SANSUI SV-2050J
Gambar bergetar disertai garis2 tebal berwarna gelap. Ganti c708=220/50v, c517 dan  518= 100/160v, kalau ada kilatan2 cahaya kecil atas ke bawah, coba Ganti cf902=503 atau 500.

SANYO CAP3002
Mati. TR H.Out Sgort, jika diganti TR Reg.nya, vcc naik sampai 200v atau lebih. Kerusakan ini terdapat pada R555=47ohm di bagian auto coupler.

SANYO CG21 XS2
Selalu kembali ke posisi stby, Coba Jumper J830 kalau tidak ganti Fbt.
 
DIGITEC / POLYTRON DM 143031
Gambar mengecil, kedip2 juga goyang2. Coba ganti C518=100/35V, c514=330/35V, C515=680/560pF, R511=5k/1%, R517=15k ohm/1%

DIGITEC DM143031A
Pertama nyala gambar putih halus dan tombol2 tidak berfungsi. Tegangan mengalami down, yg harusnya 22v hanya jadi 12v, 12v jadi 10v. Coba ganti R557=330ohm/1w

Kerusakan tv dan penanganan

KERUSAKAN UMUM. Bagian 1

AKARI-IC1439 RMD
B+ drop,heater tidak ada suara normal: cek C561, R443

AKARI-IC1439 R2N
Raster Tidak ada, Vcc normal: cek R411

SAMSUNG-CB3339Z
Blanking: cek tegangan 5v (7805)

SAMSUNG-BIO-CB3366Z
Blanking (Vcc normal): ganti IC chroma M52309SP

SAMSUNG-CB2039Z
Tuning tidak ada channel (33v,VT Normal): cek tegangan 12v

AIWA-C142KER
Hanya garis vertikal: cek tegangan 12v

SONY-KV1415GE
Tuning tidak bisa menyimpang channel: ganti uCom M34302M8-712SP

SOLYTRON-SM3725
Di posisi AV suara chnnel muncul: cek Q1006 ke pin 12 dari IC 4053

SOLYTRON-SM3792
Tuning bisa berhenti,tapi channel tidak tersimpan: cek -30v supply memori

SOLYTRON-SM3730
Kadang bisa star kadang juga mati: cek 15v, C853 (4,7uf/50v)

FUJI ELECTRIC 29″ (TA8659)
Matrix kacau, warna merah tidak keluar,IC dan Vcc normal: cek R729 (8k2) di pin 2

SUKIRA-CE1493
Posisi standby B+ normal ketika distar drop: cek D606

TOSHIBA-2545DE (TA8808)
Regukator dan relay tidak stabil (pum up): Cek Horizontal oscilator out, dan ganti crystal 503F30 dengan 500F2 biasa

AKIRA-CT21PF9
AV tidak berfungsi, logic control dan 4053 normal: cek pin 42 di IC LA76810

FUJI ELECTRIC 21″ (TA7680)
Tuning geser, search thdak mau berhenti: Cek Capasitor di PIF (68 PF)

DAZZ-145038
Blanking dan ada garis-garis hitam, suara normal, OSD tidak ada: Cek elco filter 180v

THOMSON-TS4225
Defleksi vertikal di pasang protek,di lepas oke: Cek dua resistor seri (1,5mega) yang menuju pulsa vertikal

MESIN TV CINA
Regulator diam meski tanpa beban: Cek capasitor di basis power (15n)

JVC- AV-G201
Gambar horizontal meleset dan belang-blang hitam/putih sekitar 10cm: Cek C550 (100uf/16v) di input 7805

MITSUNO (LA7688)
Kadang star kadang standby: ganti Eprom harus 93LC56, kalau yang 93C56 tidak bisa

SABA-MF522
Blanking, suara normal: Cek AV switch TE2014
Tes: jumper pin 10-13 di soket modul AV

THOSIBA-20N3XE (BOMBA)
Warna hilang, picture normal: Ganti IC TB1231

Kerjasama : KHARISMA: Kerusakan tv dan penanganan

Memperkuat Transistor Horisontal output

Agar TR H-out lebih Kuat.

Jumpa lagi sobat..
Di pertemuan kali ini Kharisma akan memberikan trik sederhana untuk sobat,

Karena sulitnya mencari transistor yang orisinil di saat ini, banyak sobat teknisi akhirnya mencari cara lain agar hasil kerjanya bisa maksimal. Salah satunya yang akan sobat baca di bawah ini.

Kita akan bahas tentang tansistor horizontal output yang sering mati padahal komponen lain sehat. Ini mungkin di sebabkan karena transistor yang dipasang kualitas nya kurang baik. Kalau memang tidak ada yang orisinil, paling tidak sobat tidak menggunakan transistor murahan, sebab murah pun akan jadi mahal kalau cepat rusak dan akhirnya kita harus beli lagi.
Mungkin trik ini akan jadi alternative sobat kharisma
Sediakan sparepart dibawah ini :
· Transistor Horizontal output, contohnya D1877, D2499, D1555 usahakan yang bagus.
· Transistor Regulator, D1710, D2498 usahakan yang bagus.
· Resistor 100 Ohm ½ watt
· Diode IN 4148.
Selanjutnya sobat rangkai komponen di atas seperti gambar dibawah ini:
Yang di dalam kotak merah adalah rangkaian aslinya, jadi sobat tinggal tambahkan transistor regulator, resistor dan diode.


Keterangan gambar :
1. Basis
2. Colector
3. Emitor.
Kalau awalnya basis ada di pin1 Tr H. out, sekarang ada di pin1 Tr Regulator. Sedangkan letak Collector dan Emitor tetap di pin2 dan pin3 Transistor Horizontal output. Sobat pasti paham.
Periksa juga komponen pendukung lain, kalau meragukan sebaiknya sobat ganti saja dengan yang baru.

Cukup untuk kali ini. Kalau sobat ada saran, masukan, pertanyaan tulis aja di bawah posting ini oke. Sampai jumpa di posting berikutnya. Terimakasih atas kunjungan nya.

Kerjasama : KHARISMA: Memperkuat Transistor Horisontal output

LED Pengganti Neon Lampu

Hi Sobat Kharisma dimana saja.
Menghemat Energy adalah langkah bijak di saat bahan bakar fosil(minyak) sudah mulai berkurang dan semakin mahal, lihat saja kepanikan pemerintah mengatasi konsumsi BBM yang kian rumit. Tentu saja hal itu berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan politik.
Untuk itu Kharisma mengajak Sobat semua agar menghemat energy menjadi tradisi, mulai dari :
  1. Mematikan listrik minimal satu jam setiap harinya, 
  2. Mengganti lampu pijar menjadi lampu yang lebih hemat energy,
  3. Mematikan lampu lebih awal dan meyalakan lebih lambat dari biasanya,
  4. Mengatur knop kulkas/lemari pendingin lebih kecil atau seperlunya saja,
Dalam mengupayakan Lampu yang lebih hemat energy, Kharisma mencoba memberi Trik untuk Sobat Kharisma yang kreatif.
Bahan yang akan kita gunakan adalah lampu PLC yang sudah rusak dan hanya menggunakan Resistor 1k, Kapasitor 22uf/400v sebagai komponen pendukung. Lihat gambar dibawah.


Rangkaian yang sangat sederhana sebagai inspirasi, Kharisma yakin Sobat semua pasti bisa membuat dan mengembangkan lampu di atas agar menjadi lebih sempurna baik bahan maupun rangkaian dan setelah itu silahkan di share. Terima kasih.
Dari berbagai sumber.


Cara Kerja Plasma TV

Ternyata masih banyak masyarakat konsumen yang belum mengerti perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Berikut ini kami coba menjelaskan perbedaan ketiga jenis display TV tersebut dengan memahami definisi masing-masing. Pada bagian pertama ini akan kita pelajari mengenai Plasma TV.

Plasma TV merupakan perangkat televisi yang menggunakan PDP (Plasma Display Panel). Disebut sebagai Plasma karena menggunakan teknologi sel-sel kecil yang berisi gas ion.

Panel biasanya memiliki jutaan sel kecil di ruang-ruang sekat antara dua panel kaca. Ruang bersekat atau “bohlam” atau “sel” ini, berisi campuran antara gas mulia dan sedikit merkuri. Sel-sel ini seperti halnya lampu plasma dalam skala kecil dan banyak.

Ketika merkuri yang menguap dan tegangan diterapkan di seluruh sel, gas dalam sel membentuk plasma. Dengan aliran listrik (elektron), beberapa elektron menabrak partikel merkuri karena elektron bergerak melalui plasma, sejenak akan meningkatkan tingkat energi molekul sampai kelebihan energi dilepaskan. Merkuri melapas energi ultraviolet (UV) foton. Foton UV kemudian membentur fosfor yang dicat di bagian dalam sel. Ketika foton UV membentur molekul fosfor, sesaat akan menaikkan tingkat energi dari sebuah elektron orbit luar dalam molekul fosfor, mengubah elektron yang stabil menjadi tidak stabil. Elektron kemudian melepaskan kelebihan energi sebagai sebuah foton dengan tingkat energi yang lebih rendah dari cahaya UV. Energi foton ini sebagian besar dalam kisaran inframerah tetapi sekitar 40% berada dalam kisaran cahaya tampak. Perbedaan warna cahaya dapat terlihat tergantung pada fosfor yang digunakan. Setiap pixel dalam sebuah layar plasma terdiri dari tiga sel yang terdiri dari warna primer (RGB) dari cahaya tampak. Variasi tegangan dari sinyal ke sel-sel memungkinkan warna yang dirasakan berbeda.

Perhatikan gambar berikut ini.

Baca lebih lanjut di www.servis-lcd.com

Tips merawat dan memperbaiki AC rumah

Pertama kali tinggal di Bintaro, saya sering menerima brosur mengenai perawatan AC, mulai dari berbentuk amplop, leaflet hingga brosur berlaminating yang bisa digantung. Sebenarnya agak curiga sih dengan sangat banyaknya brosur perawatan AC yang masuk hampir setiap hari ini. Cuman, karena saking seringnya, dan karena harga yang ditawarkan standard Rp 25.000- per pencucian, akhirnya setelah beberapa bulan memakai AC saya memutuskan untuk memanfaatkan jasa perawatan AC ini.
Seperti biasa, trik yang dilakukan adalah menelpon beberapa penyedia jasa menanyakan biaya untuk perawatan AC -tentunya yang dipilih yang alamatnya ‘dekat’ dari rumah. Akhirnya saya memilih penyedia jasa yang terkesan professional -paling tidak respon saat ditelepon sangat bagus. Singkat kata si penyedia jasa datang, dan sangat mengejutkan karena selain tidak berseragam, si tukang servis AC ini cenderung bergaya preman. Kira-kira dialognya:
“Pak kalau cuci AC aja bisa kan?” (konfirm karena di telpon si petugas bilang bisa dan biayanya 25rb)
“Wah ga bisa pak, ini freonnya harus diganti, percuma kalau dicuci” (what, padahal ini AC baru)
“Oh gitu, ga usah diganti pak, dicuci aja”
“Engga bisa pak, coba lihat ini, freonnya bocor” (sambil membuka pipa sehingga muncul busa)
“Tuh pak, kalau gini artinya bocor, percuma kalau dicuci saja” (sekali lagi menunjukkan tanda memaksa)
Akhirnya karena tidak ada titik temu, saya batalkan acara perawatan AC itu. Si tukang servis, mulanya memaksa untuk membayar biaya charge sebesar 25rb (what, preman abis), walau akhirnya kami hanya memberi uang rokok 10rb. Parah.
Belajar dari pengalaman di menghubungi jasa seperti ini, maka kami memutuskan untuk menghubungi jasa service AC yang memiliki kantor fisik. Pilihan jatuh ke Rumah AC -letaknya di depan STAN Bintaro. Ternyata hasilnya sangat bagus. Biayanya relatif lebih mahal 35rb, tapi petugasnya berseragam dan ‘jujur’. Menurut petugas dari Rumah AC, ternyata Freon kami tidak perlu diganti -karena masih bagus dan dingin.
Beberapa kali puas menggunakan jasa Rumah AC, akhirnya suatu hari si AC ini bermasalah lagi, putaran AC indoor-nya lemah. Langsung kami panggil Rumah AC lagi. Menurut saran dari petugas rumah AC ternyata motor AC kami lemah, standar karena Panasonic yang kami miliki produk lokal. Sarannya motor AC-nya diganti, total sekitar 700rb. Tidak lupa si petugas dengan ‘baiknya’ menyarankan agar membeli komponen motor AC-nya langsung di service resmi di Panasonic Center di BSD. Perkiraan harga motor AC-nya 400rb. (ini contoh ‘kejujuran’ si petugas)
Singkatnya, kami menghubungi service center resmi Panasonic tersebut. Tarifnya memang relatif mahal, biaya home visit 15rb, biaya service 125rb. Tapi karena penasaran, maka kami menggunakan jasa resmi tersebut. Hasilnya ternyata kami tidak perlu mengganti Motor AC, cukup mengganti kapasitor AC seharga 11rb. Wah wah wah.
Kesimpulan:
1. Service Resmi Panasonic, merupakan orang yang paling pintar, paham dan menguasai best practices seputar AC Panasonic dengan baik. Bahkan mereka yang sudah lama bermain dengan AC, seperti Rumah AC bisa jadi salah mendiagnosa. Sama seperti masalah kesehatan, third party opinion itu penting
2. Bahkan Toko Penjual AC bisa jadi salah, setelah di review oleh Service Resmi Panasonic, ternyata ada beberapa pemasangan AC kami yang salah. Seperti jarak antara AC dan plafon yang terlalu dekat.
3. Rawatlah AC secara rutin, teorinya 3 bulan sekali, kalau keberatan ya paling tidak disesuaikan dengan frekuensi penggunaan dan kondisi rumah.